Opini

Perempuan Sebagai Perawat Silsilah Kolektif Antara Emansipasi dan Edukasi

Oleh : Lisa Listiani *) 

Perempuan pada massa jahiliyah hanya di jadikan pemuas birahi semata, dan hanya di berikan kesempatan beraktivitas disekitar rumah tanpa diberikan kemerdekaan dalam pengambilan hak serta menjalankan kewajiban sebagai mahluk sosial (zoon politicon) artinya kebebasan dalam menjalankan fitrahnya sebagai mahluk berpikir dalam ruang gerak di semua bidang baik dalam hal Politik, Hukum, Pendidikan dan Budaya artinya kaum perempuan di tindas dengan kata lain perempuan hanya dijadikan objek.

Sang pencipta menurunkan keberkahan kepada alam dengan hadirnya lembaga yang menjunjung prinsip nilai-nilai kemanusiaan tanpa membedakan perempuan dan laki laki dengan satu prioritas kesetaraan dan kesamaan hak dan kewajiban untuk menjalankan kehidupannya yang sesungguhnya, sesuai fitrah dasar kemanusiaan tanpa melihat patriarki sosial dan lembaga tersebut disepakati bernama islam dan lembaga (agama) yang mengedepankan manfaat baik secara individual vertikal maupun sosial horizontal.

Dengan perkembangan zaman yang bisa kita katakan perubahan serta perkembangan zaman terlalu cepat sehingga manusia (perempuan) yang seharusnya menentukan disetiap perubahan malah yang terjadi sebaliknya, manusia telah memanjakan dengan perubahan tersebut dan pada akhirnya saya selaku penulis bersepakat menamakan masa digitalisasi (modern) dengan mayoritas manusia mengartikan dampak pengaruh Peradaban barat (westernisasi) padahal masa digitalisasi (modern) ialah rasionalitas yang tentu tidak bertentangan sama sumber nilai nilai keislaman maka peran kaum perempuan (Mahasiswi) harus ada upaya upaya kokoh untuk Renaisans spirit perjuangan semata mata hanya mengharapkan Ridho Allah SWT, satu gambaran konkrit dari pejuang emansipasi pendidikan (RA. Kartini) untuk bagaimana kemudian tetap berkomitmen mengemansipasi kader umat dan kader bangsa serta mengedukasi tanpa membedakan manusia yang satu dengan yang lain yang bersifat kontinuitas untuk bagaimana kemudian pengaruh pengaruh budaya barat dapat dipangkas dengan satu strategi yang berprinsip dan ber substantif.

BACA JUGA :  Polresta Mataram Periksa Pejabat Dinas Dikbud NTB Terkait Kasus Limbah Medis

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button