Opini

Optimisme Lombok Utara Bangkit

Oleh : Sastro A *) 

“Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya.” (Khalil Gibran)

Sepenggal kalimat bijak di atas mengajak kita selalu berpikir optimis termasuk dalam kondisi yang kurang baik sekalipun. Di tengah ranting yang penuh duri tak dapat ditebak terdapat bunga mawar yang sangat indah nan wangi.

Demikian pula ketika menghadapi semenjana kondisi yang mengalirkan dampak negatif terhadap kesehatan, sosial, dan perekonomian. Dibalik situasi saat ini, kita mesti berpadu padan untuk meningkatkan optimisme kolektif antar seluruh elemen mengatasi keadaan sendu pilu dalam keluarga batih bumi Tioq Tata Tunaq.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara pada pada 31 Maret 2022 adalah saat yang tepat untuk membangun optimisme di tengah beratnya tantangan yang kita hadapi. Lombok Utara punya modal kekuatan sosial untuk terus tumbuh dan bergerak maju pada masa mendatang.

Diusia 13 tahun, daerah ini masih dibayangi berbagai problematika akibat terpaan bala bencana, gempa bumi 2018 dan badai Covid-19. Kendatipun terasa sungguh berat, momen konstruksi kantor pusat pemerintahan Lombok Utara tersebut justru harus menjadi penguat dan sekaligus penyadaran bersama sebagaimana tujuan emik kita berotonomi daerah.

BACA JUGA :  Gubernur tidak Mau Salah ?

Memang bukan perkara mudah menggaungkan optimisme bangkit menatakelola sendi-sendi kehidupan berdaerah disaat masa sulit sejak empat tahun terakhir. Terasa sekali mengganggu kemampuan kita dalam hampir seluruh ladang kehidupan berdaerah. Harapan besar keluar dari belenggu senja keadaan tetap harus dibangkitkan dan dikobarkan secara kontinyu di tengah fluktuasi kehidupan saat ini.

Optimisme sebagai suatu keniscayaan hidup. Ia tak ubahnya menjadi pendorong kita untuk melangkah lebih percaya diri. Apa pun tantangan yang kita hadapi, mesti selalu disikapi dengan “energi  positif” sebagai daya kita dalam menatap cerahnya pelangi masa depan, bahwa di ujung sana ada harapan yang hendak digapai. Itulah sekelebat penyebab kita mesti berpikir positif dan teguh menyerunai keyakinan menatap hari esok yang jauh lebih baik dibandingkan hari ini.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button