NTB

Tanggapi Polemik Kemenag soal Pengaturan Suara Adzan, PMII gelar Dialog Publik di kantor Kemenag Lombok Timur

Seputarntb.com – Banyak tafsiran tentang peraturan kemenag tentang Surat Edaran(SE) No. 5 tahun 2022, maka dalam hal ini melalui dialog publik, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) cabang Lombok Timur mengajak anak muda untuk mengkaji lebih dahulu apa makna dari peraturan tersebut dan cocok tidaknya peraturan tersebut diterapkan di Lombok Timur.

Ketua PMII cabang Lombok Timur Ahmad Muzakir dalam pembukaan pidatonya menganggap Surat Edaran (SE) ini di Lombok Timur tidak layak digunakan, melihat dari mayoritas masyarakat di Lombok Timur beragama islam.

“Mayoritas masyarakat di Lombok Timur itu beragama islam, dan SE ini saya kira tidak terlalu perlu diterapkan,” tuturnya dalam membuka pidato dialog publik di aula Kantor Kemenag Lombok Timur Selasa (8/3/22).

BACA JUGA :  Puji Ardani Tidak Terdaftar Sebagai Sulinggih di PHDI NTB

Lebih lanjut ia menegaskan dialog ini juga penting, karena melihat dalam beberapa hari kedepan kita akan menyambut bulan suci ramadhan, dan kita juga perlu tau kelanjutan SE ini di Lombok Timur.

Menangapi hal itu ketua Kemenag Lombok Timur Drs H Sirajuddin MM menegaskan surat edaran ini tidak ada maksud mengurangi makna kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button