Menu

Mode Gelap
 

Mataram · 10 Sep 2021 06:59 WITA ·

Pengadaan Benih Jagung Bima Tak Sesuai Usulan Petani, LOGIS Minta Atensi APH


 Kredit foto : Koordinator Divisi Advokasi dan Tindakan LOGIS NTB, Ardiyansah/seputarntb.com Perbesar

Kredit foto : Koordinator Divisi Advokasi dan Tindakan LOGIS NTB, Ardiyansah/seputarntb.com

Mataram, Seputarntb.com– Kasus korupsi benih Jagung NTB tahun 2017 masih bergulir di ranah peradilan. Kini, dugaan permainan pengadaan benih Jagung 2021 kembali muncul ke permukaan.

Lembaga kajian sosial dan politik NTB, Lombok Global Institute (LOGIS) mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mulai mengatensi proyek pengadaan bantuan benih Jagung untuk petani di Kabupaten Bima.

Pasalnya, sejak awal LOGIS menilai ada dugaan permainan “mafia” dalam alur pengadaannya. Salah satunya karena jenis benih yang diadakan tidak sesuai dengan jenis yang diminta berdasarkan usulan petani di daerah tersebut.

“Jenis yang diusulkan petani ke Dinas Pertanian Kabupaten Bima itu antara lain jenis NK dan Pioneer. Tapi informasi yang kita terima di Dinas Pertanian Provinsi NTB justru berubah menjadi Bioseed,” jelas Koordinator Divisi Advokasi dan Tindakan LOGIS NTB, Ardiyansah, Jumat 13 Agustus 2021 di Mataram.

Ia menguraikan, LOGIS sudah beberapa pekan ini melakukan investigasi di lapangan. Sebagian besar petani di Bima menyatakan menolak jika benih yang disalurkan adalah Bioseed. Sebab, benih jenis tersebut tidak produktif dan bisa merugikan petani.

Berdasarkan data yang dikumpulkan LOGIS NTB, pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB sudah mengikat kontrak dengan rekanan PT BEI di Mataram untuk pengadaan benih bantuan ini.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Warga Terkurung di Sirkuit Mandalika, LOGIS Desak Bram Subiandoro Dipecat

10 September 2021 - 07:03 WITA

Trending di Mataram