NTB

Komisi V DPR RI Dapil NTB SJP, akan Kroscek Proyek Pipanisasi Air Baku di Lombok Tengah

Seputarntb.com – Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. H. Suryadi Jaya Purnama, ST akan turun  langsung melihat proses pengerjaan proyek pembangunan sistem penyediaan air baku bendungan Pengge untuk KEK Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Logis NTB, M Fihirudin, Sabtu (28/5/2022), mengungkapkan salah satu anggota Komisi V DPR RI Dapil NTB fraksi PKS sudah membuat jadwal khusus untuk mengunjungi dan melihat secara langsung proses pengerjaan proyek pembangunan sistem air baku bendungan Pengga untuk Kawasan Ekonomi  Khusus (KEK) Mandalika, yang di bangun menggunakan dana  APBN tahun 2021 – 2022 sebesar Rp 132. 689.105. 000,00

“Kami sudah meminta kepada beliau SJP, selaku anggota Komisi V DPR RI Dapil NTB untuk turun melihat secara langsung sistim pengerjaan proyek yang menggunakan dana APBN, ” katanya.

Menurut Fihirudin,  terkait pengerjaan proyek tersebut DPR RI di Senayan telah menerima pengaduan tertulis yang dilayangkan pihaknya (Logis) beberapa Minggu lalu. Sehingga mendapat respon positif anggota Komisi V DPR RI, salah satunya yakni Suryadi Jaya Purnama atau SJP, anggota DPR RI Dapil NTB. Karena Komisi V yang membidangi soal Proyek di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

BACA JUGA :  Warga Sekotong dikejutkan Penemuan Paus Mati di Pantai Pemalikan

“Proyek ini menggunakan anggaran APBN sehingga kami meminta juga pengawasan dari DPR RI, agar tidak sia – sia pengalokasian anggaran negara,” jelasnya.

Dikatakan Fihirudin, sejauh ini proses pengerjaan proyek Pipanisasi air baku tersebut banyak menimbulkan gejolak dan komplain di lapangan terutama penggalian bahu jalan raya yang menyebabkan kerusakan, diduga kuat dalam sistem penggalian pihak kontraktor dalam hal ini PT Nindya Karya, memberikan  pekerjaan galian kepada Subkon yang masih kurang berpengalaman dalam bekerja sehingga patut di curigai adanya permainan dan kesalahan dalam bekerja.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button