KesehatanNTB

Kadiskes Kota Mataram Diperiksa Polisi Soal Limbah Medis

Seputarntb.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Mataram, Kamis, 13 Januari 2022. Pemeriksaan Usman berkaitan dengan temuan limbah medis yang berserakan di SLB Negeri 2 Mataram.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa membenarkan adanya pemeriksaan Usman Hadi tersebut. “Kadiskes kami klarifikasi terkait temuan limbah medis di SLB 2 Mataram,” ujar Kadek Adi. Pemeriksaan Usman Hadi, kata Kadek Adi, sebagai langkah lanjutan setelah sebelumnya penyidik meminta keterangan dari jajaran SLB Negeri 2 Mataram.

Dan untuk memastikan adanya perbuatan melawan hukum atas dugaan pencemaran lingkungan dalam pengolahan limbah medis ini, penyidik akan mengagendakan pemanggilan pihak terkait seperti jajaran Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB. “Nanti dari Dikes Provinsi NTB juga kita panggil untuk klarifikasi soal limbah ini,” tandasnya.

Ratusan jenis sampah medis tersebut ditemukan berserakan di gedung relokasi SLB Negeri 2 Kota Mataram. Tepatnya Jalan Selaparang Nomor 40-A Cakranegara. Sampah medis berbentuk cair, padat dan gas itu berasal dari eks gudang penyimpanan obat milik Dinas kesehatan (Dikes) Provinsi NTB.

BACA JUGA :  Tukang Tagih Koperasi Diamankan Polisi, Diduga Aniaya Nasabah

Kepala SLB Negeri 2 Mataram, H. Winarna menerangkan bahwa SLB Negeri 2 Mataram sebelumnya berada di Majeluk. Pemprov melalui Dikbud NTB kemudian merelokasikan ke eks Balai Kesahatan Mata Masyarakat (BKMM), yang mana posisinya berdampingan dengan gedung penyimpanan obat milik Dikes NTB.

Gedung penyimpanan obat ini termasuk area relokasi untuk pembangunan SLB Negeri 2 Mataram. Namun demikian, persoalannya sekarang pihak sekolah belum berani memindah semua siswa dari SLB 2 Mataram di Majeluk ke gedung baru tersebut. “Kami terkendala dengan banyaknya limbah medis ini. Saya pikir ini sangat berbahaya,” ucapnya.

Limbah medis yang berserakan berada di halaman SLB, menurutnya sangat membahayakan keselamatan siswa dan warga sekitar, apalagi letaknya di ruang terbuka lantaran gudang penyimpanan sudah dirobohkan. (red)

Artikel Terkait

Back to top button