NTBPendidikan

HMI Cabang Selong : Dengan Tegas Minta Bupati Lotim Evaluasi Kadis Perdagangan Lotim

Seputarntb.com – Meskipun ketentuan pelaksanaan program pupuk bersubsidi telah diatur mekanismenya, namun masih terdapat  permasalahan. Terlebih masalah pupuk yang di alami oleh petani setiap datangnya musim tanam.

Hal itu disampaikan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang selong, Rudi Hadi Suwandi, kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/1/22).

Menurutnya, kebijakan pupuk bersubsidi telah di terapkan di Indonesia sejak 1970-an, tujuannya untuk meringankan beban petani ketika memerlukan pupuk untuk tanaman pangannya, maka pupuk tersedia dengan harga terjangkau.

BACA JUGA :  Nelayan asal Sambelia yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat

Dalam praktik saat ini, kata dia, pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di tataniagakan dengan memakai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Penetapan HET dilakukan di penyalur resmi (pengecer) yang ditunjuk oleh distributor.

Kendati demikian, permasalahan pupuk terus menerus terjadi setiap musim tanam, mulai dari masalah penjualan pupuk dengan harga di atas HET, tidak dipasangnya spanduk pengumuman harga oleh pengecer, keterlambatan distribusi, kelangkaan dan bahkan terjadi penimbunan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button