Menu

Mode Gelap
 

Hukrim · 27 Sep 2021 13:42 WITA ·

Ini Dia Tampang Pelaku Pencabulan Siswi SMP di Lombok Tengah


 Ini Dia Tampang Pelaku Pencabulan Siswi SMP di Lombok Tengah Perbesar

Lombok Tengah, Seputarntb.com  – Tiga pelaku pencabulan gadis di bawah umur yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah dibekuk Tim Puma Polres Lombok Tengah.

Ketiga pelaku yang masih pelajar SMA tersebut terancam hukuman 15 Tahun penjara. “Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 76d Jo 81 ayat (1 ) dan atau ayat ( 2 ) UU no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan ke II atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim Polres Loteng, Ipti Rehdo Rizki Pratama kepada wartawan, Senin (27/9).

Sebelumnya,  Seorang Siswi yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Tengah dicabuli secara bergilir oleh pacar dan dua temannya. Kasus tidak asusila tersebut telah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres setempat.

“Terduga pelaku inisial  P (18), I (18) dan J (18) merupakan warga Loteng. Satu pelaku merupakan pacar korban dan dua pelaku merupakan teman pacarnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Loteng, Iptu Redho Rizki Pratama melalui Kanit PPA Polres Loteng, Aipda Pipin kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/9).

Peristiwa yang merenggut keperawanan Bungan (13) (red”nama samaran) bermula saat korban pulang sekolah dan diajak jalan-jalan ketempat wisata oleh ketiga pelaku. Selanjutnya korban diajak ke rumah pacarnya P, dan disanalah korban disetubuhi pada malam hari secara bergilir.

“Korban disetubuhi secara bergilir di Rumah pacarnya,” katanya. Selanjutnya, selang dua hari kemudian korban diantarkan pulang ke rumahnya. Sehingga pihak keluarga curiga dan korban menceritakan peristiwa yang dialaminya. “Korban dibawa dua hari dua malam, baru dipulangkan,” katanya.

Selanjutnya, pihak keluarga merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut. Sehingga pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan telah melakukan  pemeriksaan terhadap beberapa saksi, baik itu korban maupun saksi lainnya.

“Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat atau orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anaknya,” harapnya. “Orang tua harus lebih perhatian kepada anaknya, supaya tidak terjadi kasus yang sama lagi,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Propam Polda NTB Temukan Bukti Briptu A Melanggar Penanganan Unjuk Rasa

24 Oktober 2021 - 15:53 WITA

Korupsi Pengadaan Benih Jagung: Penggantian Benih Jagung Berjamur PT SAM Tanpa Dibekali Adendum Baru

22 Oktober 2021 - 13:10 WITA

Jajaran Polda NTB Ungkap 26 Kasus Perjudian Dalam Sepekan

21 Oktober 2021 - 20:51 WITA

Kejati NTB Tangani Laporan Dugaan Pungli Aset di Gili Trawangan

20 Oktober 2021 - 22:15 WITA

Polres Mataram Ungkap Kasus penipuan Bermodus Sewa Mobil untuk WSBK

19 Oktober 2021 - 21:55 WITA

Datangi Mapolda, Laskar NTB Ungkap Dugaan Praktik Mafia Pertanahan Gili Trawangan

18 Oktober 2021 - 21:44 WITA

Trending di Hukrim