Hukrim

Dua Rekanan Pengadaan Benih Jagung Dituntut 9 dan 10 Tahun Penjara

Seputarntb.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menuntut berbeda dua rekanan terdakwa kasus korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017. Hal itu terungkap saat pembacaan amar tuntutan dalam sidang di PN Tipikor Mataram, Selasa, 28 Desember 2021.

JPU Kejati NTB, Hasan Basri menyampaikan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan berlangsung, terdakwa Aryanto Prametu dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi.

Karenanya sebagaimana ketentuan yang mengatur, Hasan Basri meminta Majelis Hakim Catur Bayu Sulistyo menyatakan terdakwa Aryanto Prametu bersalah. Kemudian menjatuhkan pidana penjara 9 tahun dikurangi selama ditahan dengan perintah tetap ditahan. “Membebankan kepada terdakwa untuk membayar pidana denda sebesar Rp600 juta,” tuntutnya.

BACA JUGA :  Zulkieflimansyah Mutasi Pejabat Pemprov NTB, Berikut Daftarnya

Jika denda tersebut tidak mampu dibayar sebagaimana mestinya, terdakwa harus mengganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan. Disamping itu, lanjut Hasan Basri, pihaknya menuntut terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 7 miliar lebih.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button