Hukrim

Demo Minyak Goreng di DPRD NTB, APKLI Serukan Tangkap dan Adili Koruptor

Seputarntb.com – Ratusan Pedagang Kali Lima (PKL) dari sejumlah wilayah di Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Barat, Jumat 11 Maret 2022, berunjuk rasa ke gedung DPRD NTB.

Mereka memprotes sikap DPRD NTB yang terkesan sibuk berpolitik dan mengurus kepentingan sendiri, di saat minyak goreng langka.

Tak hanya memprotes sikap DPRD NTB, para PKL di bawah naungan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi NTB, juga menyerukan agar aparat penegak hukum (APH) menangkap dan mengadili para koruptor di daerah ini.

Mereka menilai kejahatan korupsi sebagai biang kerok masalah sosial dan ekonomi yang imbasnya menyengsarakan rakyat.

“Harga sejumlah komoditas meningkat, dan minyak goreng semakin langka. Tetapi wakil rakyat tak bersikap dan justru terkesan sibuk dengan urusan masing-masing. Ribuan PKL di NTB sedang susah, tapi anggota dewan justru sibuk berpolitik, rebutan posisi,” tegas Ketua APKLI NTB, Abdul Majid di sela aksi unjuk rasa.

BACA JUGA :  FKSPP Lotim Mengecam Keras Perkataan Pendeta yang minta Menag hapus 300 ayat Al-Qur'an

Majid mengatakan, kelangkaan minyak goreng beberapa pekan terakhir membuat masyarakat kesulitan. Terutama para PKL yang banyak membutuhkan minyak goreng, seperti pedagang gorengan, jajanan bakulan, dan lainnya.

Namun, hingga saat ini, APKLI menilai belum ada anggota DPRD NTB yang bersuara menyikapi masalah itu.

“DPRD NTB sebagai perwakilan Rakyat selama ini diam membisu dengan kondisi ini. Bayangkan dari sekian banyak anggota DPRD NTB nggak ada satu pun yang pernah berbicara soal bagaimana solusi atas kelangkaan minyak goreng ini. Mereka malah sibuk merebut kekuasaan,” tegas Majid.

Sekretaris APKLI Lombok Tengah, Kusuma Wardhana mengatakan, anggota dewan saat ini seakan tak punya empati dan perasaan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button