Ekbis

Rakor Lengkap, Bupati Soroti Covid-19 Hingga Zis

Seputarntb.com – Pengetatan kembali protokol kesehatan menjadi salah satu penekanan Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy. Pengetatan tersebut terkait meningkatnya kasus aktif covid-19 di Lombok Timur saat ini. Berdasarkan rilis Satgas Covid-19 saat ini terdapat 32 kasus aktif covid-19 dengan sebaran di 29 desa.

Bupati menjelaskan kepada seluruh Kepala Desa, Camat, pimpinan OPD, dan operator SIKS-NG Desa/ Kelurahan  berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) no. 7 tahun 2022 tanggal  31 Januari 2022  Lombok Timur dan 8 kabupaten/ kota di NTB masuk dalam PPKM level 1. Di NTB hanya Kabupaten Sumbawa yang berada di level dua. Terkait hal itu Bupati mengingatkan pentingnya  testing, tracking, dan treatment (3T). Merujuk Inmendagri tersebut target testing Lombok Timur adalah 179 orang per hari. Bupati melihat jumlah tersebut dapat dilampaui karena Lombok Timur berhasil melakukan tes kepada 185 orang.

Sementara itu Inmendagri nomor 08 tahun 2022,tanggal 4 Februari mengingatkan untuk mengaktifkan kembali Posko Penanganan Covid 19, termasuk posko utama di Pendopo. Bupati meminta agar pengawasan protokol kesehatan kembali diperketat, tentunya tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

Masih terkait penyebaran covid-19, kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bupati menyinggung surat edaran Mendikbud Ristek  no. 2 tahun 2022 tanggal 2 Februari 2022. Bupati meminta agar mengatur kembali pembelajaran tatap muka dengan kapasitas maksimal 50 persen dari ruang.  Tidak hanya sekolah, Bupati juga meminta pengetatan prokes di tempat ibadah.

BACA JUGA :  Selesai 2023, Ini Manfaat Bendungan Meninting Bagi Masyarakat Lombok

Perhatian juga diberikan kepada masyarakat yang harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Seperti pada pencegahan penyebaran covid-19 tahun 2020 lalu Bupati meminta agar Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, dan Dinas Perdagangan dapat memfasilitasi kebutuhan pangan mereka seperti beras, telur, ikan kering, serta minyak goreng selama 10 hari. Sementara untuk lokasi, Bupati meminta mengaktifkan kembali lokasi yang sudah ada sebelumnya.

Dibahas pula pada kesempatan tersebut persiapan menyambut event bergengsi MotoGP. Masyarakat Lombok Timur, khususnya di wilayah selatan, diharapkan dapat menyediakan 2000 (dua ribu) kamar homestay atau 1000 (seribu) rumah tinggal. Mendukung keperluan tersebut Pemerintah Pusat bahkan sudah menyiapkan fasilitas pembiayaan tanpa agunan melalui Bank BUMN maupun swasta dengan plafon Rp.50-100 juta. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, bahkan bila perlu dilengkapi dengan transportasi.

Selain dua hal tersebut Bupati juga meminta seluruh pimpinan OPD untuk bekerja lebih progresif mewujudkan target RPJMD 2018-2023. Bupati akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para pimpinan OPD tersebut.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button